.AbduR's NoteS

Tips Hebat Beribadah Haji yang Dahsyat bersama Abdul Cholik

8 Mar 2015 - 12:39 WIB

A. Tentang Buku

Dahsyatnya Ibadah Haji

Judul Buku : Dahsyatnya Ibadah Haji
Penulis : Abdul Cholik
Editor : Akhmad Muhaimin Azzet
Desain sampul : Bang Doel
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo , Jakarta
Tahun : 2014
ISBN : 978-602-02-4810-3
Halaman : ix + 233 halaman

B. Resensi

Assalamualaikum warohmatullohi wa barokaatuh

Tips hebat beribadah haji yang dahsyat adalah apa yang saya peroleh setelah 2 kali membaca buku Dahsyatnya Ibadah Haji karya Pakde Abdul Cholik ini. Ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima yang kompleks dalam pelaksanaannya. Selain niat yang ikhlas, ilmu yang cukup seputar haji, kemampuan baik fisik maupun harta perbekalan juga perlu adanya tips praktis yang digunakan demi kelancaran rangkaian perjalanan Makkah dan Madinah yang bisa menghabiskan waktu selama 40 hari ini.

Tak elok kan kalau ibadah kita jadi batal atau tidak sempurna pahalanya karena kita tidak ikhlas dan tidak sesuai tuntunan Nabi dalam melaksanakannya. Begitu pula tak elok juga ketika rangkaian ibadah ini terganggu kekhusuaan dan kelancarannya karena kita tidak bisa mengatasi hal-hal ‘kecil’, seperti : tersesat di jalan karena tidak memperhatikan tanda medan atau kesombongan di hati, kehilangan uang, tidak khusuk ibadah karena kelaparan atau perut penuh yang harus dilaksanakan hajatnya (alias BAB). Atau bahkan jatuh sakit saat akan melaksanakan ibadah terpenting yakni Wukuf di arafah. Semuanya akan dijelaskan oleh pakde Abdul Cholik dalam bukunya.

Buku dengan tebal ix + 233 halaman ini, terdiri dari kata pengantar, 61 bab isi dan penutup. Buku Dahsyatnya Ibadah Haji ini tak sekedar hanya catatan perjalanan ibadah yang dialami oleh pakde Abdul Cholik. Tapi, lebih dari itu, di dalam buku ini pembaca akan memperoleh banyak hal yang tidak didapatkan dari buku lain, tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami ala Pakde Abdul Cholik.

Buku Dahsyatnya Ibadah Haji yang ditulis oleh Pakde Abdul Cholik ini merupakan catatan perjalanan haji pertama yang dilakukan oleh Pakde Abdul Cholik bersama istri pada akhir tahun 2006 sampai awal tahun 2007. Sebagai sebuah catatan perjalanan, buku ini telah mencakup hampir keseluruhan proses pelaksanaan ibadah yang merupakan rukun islam yang kelima ini, baik mulai dari keinginnan naik haji di usia 55, pelatihan manasik, persiapan-persiapan, pemberangkatan, pelaksanaan ibadah di Makkah Madinah selama kurang lebih 40 hari dan kepulanangan ke tanah air -semoga penulis menjadi haji yang mabrur- . Semuanya dirangkai dalam judul-judul yang menarik dan penjelasan yang tidak terlalu panjang lebar tetapi telah menjelaskan dengan mudah kepada pembaca.

Dalam bab 1-4, pakde Abdul Cholik menjelaskan tentang pentingnya niat, ilmu dan keikhlasan serta percaya dengan takdir dan kehendak Allah. Karena suatu ibadah akan diterima oleh Allah jika memenuhi dua hal, yakni ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk dan cara-cara yang diajarkan oleh Rasulullah (mutabaah) baik mengenai manasik haji maupun doa-doa yang dibaca selama manasik. Maka dua hal ini, yakni keihlasan dan mutabaah nabi harus senantiasa ada pada diri seorang yang beribadah kepada Allah termasuk ibadah haji ini.

Lalu, di bab 5-16 adalah tentang persiapan-persiapan sebelum keberangkatan ke Makkah dan Madinah tentunya dengan tips-tips yang diperlukan. Diantaranya adalah bab ‘cheklist barang bawaan’, memberi tanda pada barang bawaan yang dijelaskan di bab ‘Tanda-tanda dan bab ini koperku mana kopermu’ , dan juga tips sebelum dan selama di dalam pesawat dalam bab ‘Nikmati penerbangan dengan tertib‘.

kabah

Gb. 1. Kabah, tempat thawaf dan kiblat umat Islam

(Sumber: Buku Petunjuk Bagi Jamaah Haji dan Umroh)

Rangkaian ibadah seperti pelaksanaan Umrah yang meliputi Ihram, thawaf, sai, dan tahalul dijelaskan dalam bab 17 sampai dengan Bab 22. Adapun rangkaian ibadah haji mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Mudzalifah, menetap di mina untuk melempar jumrah aqabah, menyembelih hewan Qurban dan tahalul dijelaskan di bab 33 sampai bab 41. Kemudian juga melaksanakan thawaf ifadah dan sai serta melempar jumroh di 3 hari tasyrik. Dan ditutup dengan thawaf wada yang disebutkan di bab 46. Selesailah rangkaian ibadah haji. Yang kemudian dilanjutkan ibadah ziarah masjid Nabawi di Madinah yang dijelaskan di bab 47 dan 48. Lalu di bab 49-60 juga ada bab-bab yang menarik yang tak boleh terlewatkan untuk dibaca.

safa-marwah

 

Gb. 2. Masjidil Haram, Kabah dan bukit Shafa Marwah

(Sumber: Buku Petunjuk Bagi Jamaah haji dan Umroh)

 

Buku ini diakhiri dengan Abah Haji Bab ke-61, bab terakhir sebelum penutup buku Dahsyatnya Ibadah Haji karya pakde Pakde Abdul Cholik ini. Dalam bab ini, penulis mengingatkan bahwa panggilan yang disematkan oleh masyarakat pada seorang yang sudah menunaikan ibadah haji dengan sebutan Haji, Hajah, Abah, Umi bukanlah termasuk gelar. Begitu pula Pakde Abdul Cholik juga tak menolak jika dipanggil dengan Haji atau Abah. Namun, perlu diingatkan bahwa seseorang yang telah menunaikan ibadah yang mulia ini janganlah sampai bersikap sombong, bangga diri, dan menonjolkan akunya ketika ada yang memanggilnya haji. Begitu pula jangan sampai marah-marah dan memasang muka sangar saat ada yang memanggilnya tanpa sebutan haji. Inilah salah satu nilai yang ditampilkan dan ditekankan di dalam buku ini yakni tentang keikhlasan dan menghindari kesombongan.

Keunikan buku ini

Buku ini ditampilkan seperti sebuah novel yang urut dalam penyampaiannya. Di dalamnya juga banyak kisah yang bisa diambil hikmahnya seperti kisah tersesat di mina, refleksi di arafah dan shobar saat tak mendapatkan jatah nasi di arafah. Kisah bahagia, sedih, mengharukan, kemesraan dan tolong menolong suami istri juga ditampilkan di dalamnya.

Penulis menyisipkan dua paragraf yang berirama, seperti pada halaman 200, ‘Di tanah suci kami diuji; di tanah suci kami harus bersabar dan mampu menahan emosi. Kami memang tidak berkasih mesra seperti pengantin baru. Tetapi kebersamaan selama 40 hari itu benar-benar membuat kami semakin menyatu.’

Demikian pula di paragraf selanjutnya di halaman yang sama, ‘Kami memang tak berada di hotel mewah. Kami juga tak menikmati makanan yang wah. Tetapi di tanah suci membuat kami tersadar bahwa nikmat Allah Swt., begitu berlimpah. Ujian di tanah suci tidak membuat kami marah, tetapi justru kami semakin sadar bahwa tak sehelai daun pun gugur yang tidak diketahui Allah.’

Penulis menampilkan foto-foto di buku ini yang semakin memberikan gambaran kepada pembaca mengenai keadaan/ medan yang akan kita datangi di Makkah dan Madinah, mulai dari bandara, tempat ibadah seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, padang Arafah, Mudzalifah, Mina, tempat melempar jumrah dan lain sebagainya. Demikian pula mengenai tempat makan, jual- beli keperluan sehari-hari bahkan sampai ke antrian toilet pun tak terlewatkan dari jepretan kamera. Kemudian juga foto-foto di bab ‘ziarah dan rekreasi’ mengenai tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi selama rekreasi di Makkah dan Madinah. Seperti mengunjungi masjid-masjid: masjid Kucing, masjid Qiblatain, masjid Jin, masjd Tanim , masjid Jiranah, dan masjid Qishas. Gunung-gunung seperti Jabal Nur, Jabal Rahmah, Jabal Magnet, dan Jabal Uhud. Serta makam-makam yakni Makam Mala, Makam Baqi, dan Makam Rasulullah shallallahualaihi wasallam. Kemudian juga objek lainnya yakni laut merah, percetakan Al-Quran, tempat penyembelihan ternak dan peternakan unta.

Desain sampul buku ini juga unik yakni gambar bulan sabit dengan foto Kabah yang mulia padanya. Demikian pula penggunaan huruf timbul, menjadikan buku ini semakin menarik.

Dan yang paling penting menurut saya dari buku ini - yang tidak ada di buku yang lain- adalah tips praktis berikut ini :

  1. Tips membuat cheklist bawaan
  2. Tips pengamanan koper dan tas lainnya seperti tas yang berisi pasport dan uang
  3. Tips sebelum dan selama berada dalam pesawat terbang serta saat keluarnya. Terutama bagi yang belum pernah naik pesawat terbang sebelumnya (biar nggak kelihatan ndeso).
  4. Tips menghitung jumlah thawaf dan sai
  5. Tips untuk menjaga dan memelihara kesehatan selama di tanah suci
  6. Tips menyiasati hajat penting utamanya di tempat-tempat yang jumlah toiletnya terbatas
  7. Tips ringan saat ziarah dan rekreasi
  8. Tips berburu oleh-oleh
  9. Hal-hal yang perlu dapat perhatian dan tidak perlu kita ikuti
  10. Keharusan dan larangan saat beribadah haji

 

Evaluasi untuk kebaikan

Kesempurnaan hanyalah milik Allah, adapun manusia adalah tempat salah dan lupa. Berikut ini beberapa koreksian terhadap buku Dahsyatnya ibadah haji’ ini. Semoga bisa menjadi evaluasi untuk perbaikan pada edisi-edisi dan cetakan berikutnya.

Penulis tidak menceritakan tentang membaca talbiyah setelah memakai ihram untuk umrah, padahal di awal buku dalam bab ke-4 Doa dan Dzikir di halaman 10 paragraf keempat setelah menuliskan bacaan talbiyah, ‘Labbaika, Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda, wannimata laka wal mulka laa syariika lak.’ Penulis berkata, ‘Kalimat itu akan kita baca berulang-ulang’. Walau memang kemudian penulis menyebutkannya saat perjalanan ke arafah untuk wukuf di halaman 107.

Penulis terkadang menerjemahkan dan menambahkan arti doa yang dibaca, namun di kesempatan lain penulis tidak menuliskan terjemahnya, seperti di halaman 10, 58, 107,125, 129, 137, dan 219.

Beberapa kesalahan editan terjadi pada beberapa bagian, seperti hal. 119 pada kalimat terakhir yang terpotong, ‘Pimpinan rombongan selanjutnya memberi tahu agar kami memanfaatkan waktu untuk istirahat karena kami akan melaksanakan’, terhenti tanpa ada kelanjutan. Lalu hal. 137, di baris ke-10, ‘Alhamdulillah, saya dan istri dapat melempar’, kalimat terhenti dan kurang jelas. Begitu pula di halaman 138 pada kalimat terakhir, ‘Saya termasuk yang memotong sebagian rambut karena waktu berangkat’ , kalimat mengambang dan tidak jelas.

Demikian pula terdapat kekeliruan dalam menuliskan tanggal kepulangan jamaah haji, di hal.215 tertulis Selasa, 23 Januari 2013 (4 Muharram1428), mungkin maksudnya 23 Januari 2007. Wallahu alam.

Lalu di halaman 102 disebutkan terjemahan hadits, ‘Al hajju arafatu ‘yang artinya haji adalah (wukuf di Arafah) . (HR. Bukhari-Muslim) . Berdasarkan beberapa buku referensi yang saya baca, hadits tersebut diriwayatkan oleh Tirmidzi, dan Abu Dawud, bukan Bukhari-Muslim. Wallahu alam. (dalam buku Petunjuk Bagi Jamaah haji dan Umroh ditulis Tholal bin Ahmad al Aqil , hal. 29)

Beberapa kesalahan dan kekurangan ini, saya kira tidak mengurangi kualitas isi buku ini, tapi semoga bisa dijadikan bahan evaluasi untuk cetakan selanjutnya.

Kalimat Akhir

Setelah membaca resensi ini, semoga para pembaca semakin berkeinginan untuk membaca buku ini, karena seperti kata Mas Azzet, ‘ … buku tentang haji yang berbeda dari yang sudah ada dan sungguh bermanfaat bagi pembaca maupun calon jemaah haji’. Dan buku ini pun bisa dijadikan kado, seperti kata Haya Alya Zaki, ‘Buku ini sangat cocok dijadikan kado pernikahan atau kado dari suami kepada istri (dan sebaliknya), terutama bagi mereka yang ingin memantapkan hati untuk beribadah haji.’ Dan rasakan juga sensasi menemani pakde Abdul Cholik dalam rangkaian ibadah Makkah Madinah ini, seperti yang diungkapkan Lili Suhana, ‘… seolah membawa kita ikut menemani beliau dalam perjalanan spiritual ke tanah suci tersebut’.

Jadi, saya sangat merekomendasikan untuk membaca buku ini. Belum punya bukunya? Segera dapatkan di toko buku di kota Anda atau juga bisa lewat internet.

Akhirnya, semoga Allah Taala menjadikan ibadah haji yang dilaksanakan oleh Pakde Abdul Cholik beserta istri menjadi ibadah haji yang diterima Allah sehingga keduanya menjadi Haji yang mabrur. Dan semoga Allah memerikan pahala yang terus mengalir kepada pakde Abdul Cholik yang telah berbagi pengalaman dan ilmunya di dalam buku ini. Karena satu diantara tiga perkara yang pahalanya terus mengalir sampai hari kiamat adalah Ilmu yang bermanfaat. Dan semoga Allah Subhanahu wataala memudahkan kita -yang belum beribadah haji khususnya- untuk bisa pula melaksanakannya suatu hari nanti. Aamiin.

Wassalamualaikum warohmatullohi wa barokaatuh.

 

Buku dahsyatnya Ibadah Haji

Gb. 3 . Abdur sedang pose baca Dahsyatnya Ibadah haji

 

lomba-resensi-buku-dahsyatnya-ibadah-haji-300x259

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Menulis Resensi Buku Dahsyatnya Ibadah Haji

 

Update. .AbduRs Notes Berhasil memanangkan Juara IV dalam lomba ini :

juara-4

Gb. 4. Juara IV. Abdurahman Baharudin Wahid ( Sumber: http://blogflamboyan.com)

***

Solo, 8 Maret 2015

.AbduR http://baharudinwahida.blogdetik.com-


TAGS   Dahsyatnya Ibadah Haji / Abdul Cholik /


Author

Abdurahman B.W
@baharudinwahida
baharudinwahida@gmail.com

Tulisan Terbaru

Komentar